22 TAHUN SENANDUNG HITAM BIARA

Dua puluh dua tahun silam, seorang pria, dan dua perempuan meracik ramuan musik dengan kegelapan yang mereka nikmati. Berupa sebuah album mini bernama Biara EP, yang kemudian menjadi semacam legenda urban tentang sebuah band keren tak berumur panjang yang menyihir siapapun yang pernah menonton mereka di atas panggung.

Band tersebut bernama Sieve, Alexandra J. Wuisan (eks vokalis pertama Cherry Bombshell) yang merapal lirik seperti mantra sihir, dan Regina Rina yang memainkan gitar untuk menyihir siapapun dengan riff-riff goth rock. Sementara Richart Riza (basis SeL) berada di belakang layar sebagai mastermind dari musik Sieve.

Anoa Records telah merilis kembali secara digital Biara EP pada 27 Februari 2021. Biara EP dirilis digital dengan empat lagu Sieve yang terdapat di kaset tersebut, Vitreous Wish, Biara, Mars, dan Megalomanic Halo.

Kaset Biara EP sebelumnya pun berpusar sebagai permainan harga termahal bagi siapa saja yang membelinya karena langkanya. Tak semua orang yang bisa mengetahui keberadaan album mini ini. Sayang sekali jika Biara EP hanya diketahui segelintir orang yang memiliki kaset. “Anoa Records ingin legacy dari Sieve bisa dinikmati siapapun, dan ini gue suka banget, bukan soal priviledge semata,” kata Alexandra yang kini sedang sibuk di Gergasi Api, band barunya bersama Eky (Full of Hate).

Berdiri pada tahun 1998, di Bandung, Sieve berdiri oleh Richard Riza (basis SEL) sebagai mastermind dari musik band ini dan Alexandra J. Wuisan sebagai vokalis dan penulis lirik. Regina Rina kemudian menyusul bergabung sebagai gitaris dan backing vocal Sieve. Ketiganya berkutat di sebuah studio kecil di rumah Riza, merekam lagu dan musik untuk Biara EP, dari berbagai referensi musik yang mereka sukai ketika itu.

Sieve menghadirkan intensitas dari musik goth rock dengan lirik-lirik intens dan personal dari Alexandra. Lirik-lirik di Biara EP, bagi Alexandra tak ubahnya perjalanan spiritual ketika itu tentang dunia dan pribadi. “Saat itu periode kemarahan atas dunia yang begitu ignorance, self righteousness, dan pengorbanan. Termasuk ketika gue mencoba looking inward to myself. Sampai saat ini sih,” ucapnya.

Biara EP versi digital adalah momentum yang belum terbayangkan sebelumnya oleh mereka bertiga. Pastinya Sieve yang saat ini masih dalam kondisi hiatus belum memastikan apakah akan ada sesuatu baru dari mereka. “Merilis digital ini saja, sudah luar biasa yah, karena sudah bisa didengarkan siapapun, pendengar baru, membuat kami senang sekali. Kita lihat saja, kami bertiga ingin menikmati rilisan ini dulu,” tutup Alexandra.

Dapur Comments
Follow Us