Debut Karya dari Skarmartyr “Flying Pig”, Jebolan Hardcore Punk dari Bandung

Pendatang baru dari kota kembang, Skarmartyr, merangsek pada kancah lokal untuk memperkenalkan dirinya lewat debut single berjudul “Flying Pig”.

Rilisan perdananya, Skarmartyr mengajak pendengar untuk mengejawantahkan amarah terhadap kesewenangan aparat dalam nuansa hardcore punk.

Dirilis secara resmi oleh Titiknol Records lewat akun Bandcampnya, “Flying Pig” sudah bisa diperdengarkan secara luas sejak Minggu, 19 September 2021.

Selayak engine, “Flying Pig” membuka lagu dengan riff kasar dan beat cepat sebelum akhirnya ngebut pontang-panting khas hardcore punk. Kemarahan atas kesewenangan aparat berkumandang sejak awal, gema tema utama yang merupakan judul lagu “Flying Pig” jadi anthem pada nomor lagu ini. Puncak kemarahan atas oknum tersebut menguat saat teriakan “Die! Die! Die!” di akhir lagu mengiang di telinga pendengar.

“Kurang lebihnya, ‘Flying Pig’ adalah upaya memotret tentang protes, keresahan seorang muda yang bergejolak, terhadap aparat yang sewenang-wenang mengatur dan merampas hak hidup masyarakat yang terpinggirkan, ujar Tommy”.

Lewat “Flying Pig”, Skarmartyr ingin menyuarakan serta mengkritisi sisi-sisi kelamnya oknum yang dimaksudkan. Otoritas yang digunakan secara serampangan dan penindasan atas dasar power aparat terhadap hak hidup rakyatnya menjadi bahan bakar utama penulisan lirik dan materinya.

Atas refleksi dari penindasan tersebut, “Flying Pig” lahir sebagai representasi kemarahan Skarmartyr terhadap aparat yang serampangan.

Secara proses pembuatan lagu, seluruh materi ditulis oleh Tommy Rampage (Vokal/Bass), motor dari unit one man army Skarmartyr. Dibantu oleh Ari Kacang (Gitar) dan Adul Matin (Drum) pada sesi rekaman, Skarmartyr akhirnya secara resmi mengkultuskan diri pada kancah skena lokal lewat single debutnya tersebut.

Proses rekaman dilakukan di Pray Music Studio. Sementara untuk mixing dan mastering, Skarmartyr menunjuk Aji Suheri (Ajicore) sebagai pawangnya. Selain itu, Skarmartyr mempercayakan Titiknol Records sebagai label musik mereka.

Dalam “Flying Pig” kemurkaan atas integritas aparat yang bobrok jadi bensin yang tepat untuk mengubahnya menjadi lagu serba cepat yang tak pernah berhenti menggasak telinga. Dengan amarah yang singkat, libas habis marahmu dalam gemuruh “Flying Pig”. Sila di dengar!

Dapur Comments
Follow Us