Indie di Jaman Now, emang Lo anak indie?

Jangan sampai ngakunya gaul, tapi ditanya band indie pun nggak tahu. Keterlaluan itu namanya. Jangan pura-pura tahu juga kalo kamu memang nggak tahu. Simak aja deh yang satu ini biar tahu apa itu band indie dan gimana band indie berkembang. Check this out.

Istilah Indie diambil dari kata Independent yang berarti merdeka, bebas, mandiri, dan nggak bergantung. Banyak yang menganggap kalo indie itu sebuah genre musik, seperti halnya rock, jazz, atau sebagainya. Anggapan tersebut sayangnya salah besar. Indie sendiri bukanlah suatu genre musik, melainkan sebuah gerakan musik yang bebas dan mandiri, nggak bergantung sama sebuah label musik atau sebagainya. Band Indie cenderung menciptakan lagu sesuai dengan apa yang mereka sukai dan genre yang mereka inginkan. Nggak jarang kalo lagu-lagu yang mereka ciptakan kebanyakan sangat anti-mainstream dari lagu-lagu di pasaran.

Ada band Indie nggak punya label untuk bernaung. Nggak jarang mereka membuat label sendiri untuk merekam dan memasarkan karya-karyanya. Pemasaran mereka biasanya melalui antar kawan atau media sosial. Nggak jarang mereka sering melakukan konser-konser kecil di kota-kota besar untuk mempromosikan lagu-lagu mereka. Band Indie sama sekali nggak melibatkan major label atau perusahaan rekaman ternama untuk mempopulerkan karya mereka.

Pada era tahun 1980an, tangga lagu untuk musik indie mulai diperkenalkan. Banyak band indie yang bermunculan, seperti The Smith dan Joy Division. Lanjut ke era 90an, Nirvana dan Radiohead yang juga merupakan band dengan label indie mulai menyebarkan virus indie ke berbagai belahan dunia dengan musik-musik mereka yang unik namun enak didengarkan. Selain itu, Radiohead juga sempat menggegerkan belantika musik dengan merilis album indie dengan sistem pay-what-you-like dimana para pembeli bisa bebas membayar berapapun untuk membeli album mereka.

Di Indonesia sendiri, pengaruh indie belum terasa hinga pada pertengahan tahun 1990an. Namun, sebelum mengenal istilah indie, masyarakat Indonesia lebih mengenal istilah underground. Berbeda dengan indie, musik underground cenderung keras. Pas Band merupakan band yang memulai tradisi merilis album secara Indie. Mereka pun sukses menjual album mereka sebanyak 5.000 kopi. Karena keberhasilan Pas Band, akhirnya banyak band metal dan rock yang mengikuti jejak mereka.

Pure Saturday adalah band indie pertama selain metal yang membuat album rekamannya sendiri pada tahun 1995. Disusul oleh Mocca yang berhasil menjual album mereka hingga menembus angka di atas 100.000 kopi. Keberhasilan Mocca kemudian membawa dampak pada band-band Indie di Indonesia hingga sekarang.
Band Efek Rumah Kaca menjadi salah satu pelopor untuk tidak mengikuti pasar industri musik.

Dan era tahun 2000an muncul juga beberapa label indie lahir salah satunya Demajors records, Sinjitos records dan masih banyak lagi.

Bahkan band asal Jakarta, Efek Rumah Kaca, dalam sebuah zine (majalah komunitas) tak mau menyebut dirinya bukan band beraliran indie. Mereka masih membutuhkan bantuan orang lain untuk menggarap sebuah lagu atau album dan terjun pada industri musik.

Sementara, banyak band yang mengakui dirinya beraliran indie. Anehnya, mereka masih saja ikut sebuah major label atau bahkan mengejar ketenaran. Masih saja membuat lagu yang bertemakan percintaan yang sedang laris dipasaran.

Ketika memasuki Jaman Kekinian muncullah Raisa dan Tulus yang menggedor industri dengan gerakan tersebut dikala itu mereka berhasil karna ranah industri sedang goyang, atau bisa dikatakan sudah tidak mempunyai panutan anak muda di waktu itu.

Nah, mungkin ini adalah sekilas saja yang sudah kalian tahu namun jaman selalu berputar dan industri selalu mempunyai dan memberikan ruang untuk yang dapat menyodorkan sesuatu.

admin

🙏

%d blogger menyukai ini: