Apa saja Yang di Perhatikan ketika PSBB Total DKI Jakarta

Kasus virus Corona di DKI Jakarta makin tak terkendali. Tiap harinya kasus pasien terdampak Covid-19 terus bertambah. Melihat kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memutuskan untuk kembali menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar total seperti yang diterapkan pada awal pandemic Covid-19.

Melansir corona.jakarta.go.id, jumlah kasus positif per Kamis (10/9/2020), ada sebanyak 51.287 kasus dengan tingkat kematian hingga mencapai 1.365 orang. Angka kematian ini semakin tinggi, dengan rasio kasus positif mencapai 13,2 persen dalam sepekan.

Adapun, PSBB total di DKI Jakarta akan diterapkan pada 14 September 2020. Dalam aturan ini, Pemprov DKI menerapkan sejumlah panduan bagi masyarakat dalam beraktivitas. Berikut hal-hal yang harus diperhatikan:

Aturan Sekolah Selama PSBB

– Sekolah dan institusi pendidikan tutup sementara.

– Kegiatan belajar mengajar melalui metode belajar jarak jauh di rumah atau online.

– Evaluasi belajar atau ujian dilakukan dari rumah.

– Lembaga pendidikan, pelatihan, dan pelatihan yang berkaitan dengan pelayanan kesehatan masih diperbolehkan
buka selama PSBB.

Aturan Kantor Selama PSBB

– Perusahaan diminta menutup kantor atau menerapkan sistem work from home atau bekerja dari rumah.

– Jika perusahaan tetap beroperasi, perusahaan wajib menerapkan aturan pembatasan fisik secara ketat,
penggunaan masker, sarung tangan, dan deteksi suhu tubuh rutin.

– Karyawan lanjut usia lebih dari usia 60 tahun tidak dianjurkan ke kantor.

Sektor yang masih boleh beroperasi selama PSBB sebagai berikut:

– Instansi pemerintah pusat dan daerah.

– Kantor perwakilan diplomatik.

– BUMN dan BUMD

– Organisasi kemasyarakatan lokal dan internasional yang bergerak pada sektor kebencanaan.

– Apabila diharuskan ke kantor karena sesuatu yang mendesak, maka perlu dibuatkan surat tugas atau perintah
dari atasan.

Aturan Bepergian Selama PSBB

– Tetap tinggal di rumah saja apabila tak ada keperluan mendesak.

– Jika mendesak, wajib memakai kendaraan pribadi dan aturan ganjil genap ditiadakan.

– Layanan transportasi publik seperti Transjakarta, MRT, dan LRT tetap beroperasi mulai pukul 06.00 – 18.00 WIB.

– Maksimum penumpang dalam kendaraan roda empat adalah tiga orang.

– Penumpang wajib menggunakan masker.

– Menerapkan aturan physical distancing di dalam alat transportasi publik.

Aturan Tempat Ibadah Selama PSBB

– Semua tempat ibadah tutup sementara.

– Beribadah dilakukan di rumah dengan keluarga dekat dan tetap menjaga jarak.

– Pelaksanaan adzan di masjid dan musala tetap diperbolehkan.

– Kegiatan keagamaan yang dihadiri keluarga secara terbatas tetap diperbolehkan, dengan mengikuti aturan
perundang-undangan dan fatwa atau pandangan lembaga agama resmi yang diakui pemerintah.

Aturan Ke Mal Selama PSBB

– Mal dan pusat perbelanjaan tetap buka, tapi hanya untuk toko-toko kebutuhan pokok.

– Tidak bisa hangout di dalam mal selama PSBB.

– Sejumlah restoran dan toko obat di mal tetap buka, namun hanya melayani take away atau bawa pulang.

Aturan Belanja Makanan Selama PSBB

– Utamakan menggunakan layanan online.

– Pasar grosir, basah, supermarket, dan toko kelontong tetap buka dengan waktu terbatas.

– Pengelolaan pasar dan swalayan harus menyediakan sarana untuk physical distancing yang layak dan nyaman.
Terutama bagi lansia, anak-anak, dan individu bekebutuhan khusus.

– Rantai pasokan pangan akan tetap terkendali, tak perlu menimbun bahan pangan.

– Gunakan masker dan hand sanitizer saat masuk, serta keluarga toko.

– Belanja di jam sepi dan tetap menjaga jarak saat berbelanja.

– Tak perlu mengajak keluarga saat berbelanja.

– Pengelola pasar dan swalayan wajib menyediakan APD untuk para karyawan, sesuai pedoman penggunaan.

admin

🙏

%d blogger menyukai ini: