Distorsi Akustik rilis Video Musik terbaru, Peringatkan Arina

Grup musik asal Semarang @DistorsiAkustik resmi merilis video musik berjudul “Peringatkan Arina” pada 8 Maret 2019 mendatang. Karya tersebut merupakan sebuah respon dari Distorsi Akustik untuk menolak segala bentuk kekerasan pada perempuan. Proses penggarapan video musik ini memakan waktu selama  dua hari. Adapun lokasinya di Hutan Wisata Penggaron Ungaran dan TPS Jatibarang Semarang.

Dikerjakan oleh videografer Fajar Kajabu, dari rumah produksi Nonadeca Film, berkolaborasi dengan Akhmad Ikhsan dari Sangaga Photografy. Tak ketinggalan, Elisa Mendusart seorang pengiat makeup artis, grup music pengusung postrock Semarang Lilin Semasa Hujan dan tim kreatif dari Semarang Look At Me ikutan di dalam proses produksi video musik ini.

“Banyak kasus tentang kekerasan pada perempuan entah itu fisik maupun verbal,saat mereka (distorsiakustik) merespon dengan karyanya, kamipun sepakat untuk bekerjasama, satu suara dalam menyebar gagasan dan karya,” kata AlitYugaFerdian dari SemarangLook At Me,” Sabtu (2/3/2019).

Tak ingin sendirian, untuk menyemarakkan lagunya Distorsi Akustik mengaet biduan asal Semarang Ressa Lawang Sewu ,Ameilisa Sidca Devi seorang solois asal Pekalongan dan grup technoambient The Goblox dari Jakarta. Proses rekam instrument dan vocal dikerjakan diNada Studio, diramu oleh Bang Imz.

“Tindak kekerasan fisik mau pun verbal yang menimpa perempuan, itu terjadi bukan karena cara berpakaian, usia, maupun kepercayaan yang dianut korban. Namun masih banyak masyarakat kita yang “PlayVictim”, menyalahkan korban. Ini terjadi karena degradasi moral dan nurani, tidak terpapar edukasi dan manusia yang tidak memanusiakan manusia, bagi kalian perempuan sama seperti saya,hanya ada satu kata.Lawan,” tegas @RessaLawangSewu.

Nantinya video music ini akan dibuat dua versi, dan dirilis dikanal Youtube milik Ressa Lawang Sewu dan Distorsi Akustik.

Share

You may also like...