Enola Lepas Single “Skin to Skin”

Lahir dari background yang berbeda, ditemukan dalam satu lingkungan dengan kegelisahan akan siklus hidup mereka yang begitu saja, menyatukan Ayiz, Adi, dan Dwiki untuk membentuk Enola dan mengerjakan materi yang telah lama menumpuk dalam memo suara.

Terbentuk di Surabaya, Jawa Timur, projek yang bisa dikatakan eksperimental ini terbentuk karena kejenuhan dan kegelisahan Ayiz akan dibawa kemana materi-materi tersebut.

Ayiz yang berlatar belakang dengan band hardcore-nya War Fighters, mengajak Adi, dan Dwiki untuk mengeksplorasi lebih, dan bereksperiment dalam bermusik. Khususnya genre shoegaze, dengan unsur seperti rock, ambient, dan doom.
Mereka melakukan rekaman di akhir tahun 2019 di Studio Duatuju, dengan diproduseri oleh Ando Loekito dan Enola sendiri. Memakan waktu kurang lebih 4 bulan pengerjaan.

Berbekal beberapa pengalaman dari Ayiz dalam bermusik, dengan Adi yang sebelumnya berfokus dalam dunia fotografi dengan moniker epicfar_, dan Dwiki yang berlatar belakang bedroom musician, mereka merilis lagu berjudul Skin To Skin pada tanggal 13 April. Unsur gitar Fuzz semi Doom yang cukup gelap sangat terasa di lagu Skin To Skin, dengan lead gitar yang terinspirasi dari musisi ambient 36 (Three Six) hingga Tim Hecker. Suara vokal dari Adi yang cukup samar dan hazy diakhir track ini terasa cukup haunting dengan berlatar hanya lead gitar. Rencananya mereka akan melepas beberapa single yang akan menjadi EP pertama mereka. Berisi beberapa track yang memiliki karakteristik dan cerita yang berbeda, dan akan
dirilis dalam format digital.

Share

You may also like...