VOX MORTIS RILIS “Primata Durjana” Sebagai Langkah Awal Meniti Karir

Menilik cara kerja musik sebagai bahasa universal dalam merepresentasikan ide atau gagasan, pula diamini grup pendatang baru Vox Mortis dalam upaya mengejawantahkan karya mereka sebagai media propaganda.

Dibentuk oleh musisi dari beragam latar disiplin yakni Doni Herdaru Tona (Funeral Inception), Achmad Mustaid (Vomitology) serta Donirro (Last Blood), Vox Mortis memiliki urgensi dalam menyuarakan kesejahteraan hewan domestik di bawah panji musik ekstrem.

“Kami fokus pada dua hewan domestik yang paling tidak mendapatkan perlindungan yakni anjing dan kucing. Anda pasti setuju jika perjuangan tidak melulu soal perang, pula melalui diskusi dan diplomasi. Sementara kami siap untuk bertumpah darah, sisi diplomasi juga tidak dikesampingkan. Vox Mortis adalah pengejawantahan dua sisi itu,” terang Doni.

Vox Mortis menghadirkan performa death metal dengan corak musik progresif, pukulan blastbeat yang intens, serta vokal growl yang meledak. Liriknya bertema keresahan berbalut ironi yang dikumandangkan dengan penuh murka. Komposisi lagunya dibuat se-generik mungkin dengan menyisipkan elemen maupun efek pendukung untuk menghasilkan atmosfer yang epik.

Sejak dibentuk pada masa awal pandemi, Vox Mortis giat melakukan workshop dan rekaman. Tahap ini melahirkan dua buah lagu berjudul “Primata Durjana” dan “Forever No To Dog Meat” yang dibidani oleh Rsharsh Leonard di Tonebetter Soundlab. Keduanya rilis di berbagai platform digital di antaranya Joox, iTunes, Deezer dan Spotify pada tanggal 9 September 2020.

Lagu tersebut rencananya termasuk ke dalam album yang saat ini masih dalam proses pengerjaan. Tak hanya fokus memproduksi karya, kedepan Vox Mortis akan terus melakukan agitasi dan propaganda untuk kesejahteraan hewan selama hal tersebut diperlukan. (*)

Simak debut lagu Vox Mortis, “Primata Durjana” dan Forever No To Dog Meat”
http://hyperurl.co/voxmortis

admin

🙏

%d blogger menyukai ini: