IUSA, Super Duo Aiu Ratna & Josaphat Klemens (KILMS) Rilis Single”SOUNDS OF THE RAIN”

Suara hujan, suatu hal kecil dari sekian banyak suara dalam kehidupan kita manusia. Ada yang saat mendengar suara hujan, menjadi panik akan janji pertemuan yang sudah direncakan menjadi buyar, mobil yang baru saja dicuci harus kena cipratan air jalan, atau pakaian yang sedang dijemur harus cepat diambil. Walau tidak semua merasakan demikian. Namun, beberapa hal inilah yang saya rasakan beberapa kali ketika mendengar suara hujan.

Apabila mengingat kembali masa kecil, ketika sedang bermain dan hujan turun, kenangan itu menimbulkan keseruan dan keceriaan tersendiri. Berlarian pulang kerumah, atau bahkan mandi hujan, menendang air, menginjak genangan air. Semua membuat memori hujan masa kecil adalah hal yang menyenangkan. Seperti halnya hujan yang umumnya dimulai dengan gelapnya awan, suara petir menyambar, menjadi sebuah ide musik dari lagu Sounds of The Rain. Ambience cepat, keras, dan intens yang ingin dimunculkan dari lagu ini menggambarkan konflik / masalah dalam kehidupan manusia, rasa sakit hati yang terjadi akibat ditinggalkan, dikhianati, ataupun hal lainnya. Momen seperti ini akan membuat seseorang akan merenung, dan mencari jawaban. Kita tidak akan sendiri, alam semesta akan memberikan suara yang menemani perenunganmu, suara hujan salah satunya.

Lagu ini ingin mengingatkan betapapun sedih dan pahit yang dirasa, jika memandang dari sudut pandang lain, terdapat indahnya pelajaran hidup dan hikmah yang akan menuntun kita kejalan terang. Bersemangatlah! Seperti halnya Hujan, ada cahaya terang dibalik awan gelap. Biarkan waktu yang akan memunculkan cahaya, dibalik awan. Di Biaskan dan menjadi sebuah pelangi.

“Feel the Sounds of the rain, just going through the motion.
See the light become a rainbow, Wake up and turn up a gain.
Crossing gate of eternity, we may get there after through the pain”.

Produksi lagu kali ini sangat personal bagi Josaphat maupun Aiu, karena semuanya diproduksi secara Independent. Mulai dari recording musik yang dilakukan dirumah, mulai dari Drum, tracking gitar, semua dengan alat sendiri, Beberapa
diantaranya alat-alat recording sederhana. Lalu berlanjut recording untuk vocal.

Yaitu di Studio 168, Studio recording milik teman Aiu Ratna bernama Fay ismail. Dilanjutkan proses mixing dan mastering oleh Josaphat, yang mempelajari proses Mixing dan mastering lagu selama karantina dirumah karena Pandemi Covid-19. Karya ini dipublish oleh Anoixi Records.

Berterima kasih terutama untuk Kobayashi Kentaro, rekan kami di Jepang yang mengisi Piano dan synth pada interlude dalam lagu ini, lalu Luky Setiady yang juga synth intro. Lalu kepada Axel Andaviar yang meminjamkan Bass pada saat rekaman di Jakarta. Radit & Dito yang meninjamkan Bass untuk rekaman saat posisi di Magelang. Mas Fay ismail yang sudah turut mensupport saat recording vocal. Lalu kepada mas Ary tunk-tunk (Magelang) dan Adi Saptadi (Jakarta) yang sudah banyak memberikan turorial ke Josaphat saat belajar mixing dan mastering lagu. Dan juga terimakasih Mukalima dan Raden Bagus yang mensupport IUSA dengan membuatkan video lirik dan design artwork.

admin

🙏

%d blogger menyukai ini: