Java Open Air ditunda karena Corona

Niceplay Entertainment selaku penyelenggara Java Open Air 2020 dengan berat hati menyatakan bahwa pergelaran Java Open Air 2020 pada tanggal 25 Maret di Yogyakarta dan 27 Maret di Surabaya terpaksa ditunda. Hal ini dikarenakan perkembangan terkini wabah virus Covid-19 yang membuat kami terpaksa melakukan penjadwalan ulang dengan waktu yang belum ditentukan. Penundaan ini merupakan permintaan langsung dari pihak In Flames selaku headliner festival musik cadas ini dikarenakan kekhawatiran terhadap penyebaran wabah virus Covid-19.

Saat ini penjualan tiket online dan offline akan dihentikan sementara waktu dan tiket yang sudah dibeli akan tetap berlaku untuk jadwal baru. Niceplay Entertainment akan berusaha secepat mungkin untuk mengumumkan jadwal penyelenggaraan yang baru.

Java Open Air (JOA) adalah festival musik cadas yang telah diorganisir untuk diadakan pada tanggal 25 & 27 Maret 2020, di area outdoor Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta dan Surabaya Carnival Park, Surabaya. JOA akan diadakan untuk pertama kalinya di Indonesia sebagai kontribusi bagi komunitas musik rock & heavy metal di Indonesia, terutama di luar ibu kota Jakarta yang selalu menjadi pusat acara atau festival internasional di Indonesia. JOA diharapkan dapat memfasilitasi band-band Indonesia untuk memiliki eksposur internasional, dengan kehadiran headliner internasional. Selain itu, JOA juga bekerja sama dengan Indonesian Custom Show yang akan mengisi salah satu konten kolaborasi dan akan menampilkan beberapa custom otomotif pada saat penyelenggaraan JOA di dua kota tersebut.

In Flames telah menjadi band metal paling dinanti di Asia dengan kesuksesannya beberapa kali tur, khususnya Indonesia dan kali ini mereka akan menjadi berita utama di dua kota pada festival musik Java Open Air 2020. JOA juga akan mengadakan pameran industri kreatif lokal, di mana akan ada banyak stand untuk lini pakaian lokal, seniman, pelukis dan fotografer yang berpartisipasi dan menunjukkan kreasi mereka. Beberapa dari mereka akan meluncurkan produk yang dibuat khusus untuk festival. “Festival ini adalah tempat untuk menyatukan band-band Indonesia, musisi, artis, dan pelaku kreatif lainnya, kami memberikan ruang kreatif untuk mereka sehingga dapat mengekspos ide dan kreatifitasnya secara global,” kata “PJ” Panji, Festival Director Java Open Air.

Ini akan menjadi tahun pertama Java Open Air yang direncanakan akan diadakan setiap tahun di kota-kota besar di Pulau Jawa. Beberapa band terkenal Indonesia, seperti BurgerkillFraudRising The FallBIASZi FactorWolf FeetBlingsatan, dan beberapa band lokal lainnya yang akan mengisi slot festival.

Sekitar 10.000 tiket rencananya akan dijual oleh promotor untuk mengakomodasi pasar dari Indonesia dan manca negara. Harga tiket untuk admission#1 sekitar Rp. 175.000 dengan periode sampai tanggal 10 maret dan untuk admission#2 sekitar Rp. 225.000 yang jauh lebih murah dibandingkan dengan beberapa festival musik lainnya. Tiket dapat dibeli langsung pada beberapa ticket box di Artifex (Bandung), Goth Six (Surabaya), Eight Wardrobe (Tasikmalaya), Metal Gear (Ciamis), Starcross (Jakarta, Bogor, Purwokerto, Salatiga, Kudus, Semarang, Kediri, Malang, Jogja, Solo), Balakosa (Jogja), Silol Kopi & Eatery (Jogja), Eight Wardrobe (Jogja).

Tiket dapat dibeli secara online melalui website www.thepointofsale.co.id. Untuk informasi lebih lanjut dapat dilihat pada akun official Instagram Java Open Air 2020 @javaopenair atau website www.javaopenair.com.

Java Open Air diproduksi oleh NICEPLAY (sebelumnya dikenal sebagai MXP Productions), sebuah perusahaan promotor musik Asia Tenggara yang sebelumnya mempromosikan Cradle of FilthDragonForceNeck Deep, Miss May I, Luke Holland, Against The Currents, MAE, di Indonesia.

Sayang sekali terpaksa ditunda, tapi tenang saja, Java Open Air tetap akan diselenggarakan, mari kita berdoa untuk yang terbaik bagi kita semua!

admin

🙏

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: