PERAUKERTAS duet Bareng TUAN TIGABELAS untuk SINGLE “ADAPTASI ATAU MATI”

Di single terbarunya, Peraukertas merasa perlu sosok seseorang yang dapat membuat lagu ini bisa berlayar dan berlabuh ke telinga pendengar yang lebih luas lagi. Dari beberapa nama teman-teman musisi, jodoh jatuh di Tuan Tigabelas. Pertemuan Peraukertas pertama kali dengan Tuan Tigabelas adalah pada tahun 2018 di suatu panggung dan acara yang sama.

Pertemuan itulah yang membuat Peraukertas sangat antusias untuk bisa berkolaborasi dengan Tuan Tigabelas. Sudah beberapa kali ingin menjalankan projek bersama namun belum berjodoh. Kali ini di tahun 2020 melalui “Adaptasi Atau Mati” adalah saat yang tepat Untuk benar-benar terjadi. Lagu ini juga diisi dengan beberapa part fill gitar oleh Bagus Pandu dari Delika dan vokal latar oleh Tj Abdillah mantan personel Softcase.

Tanpa kehadiran sosok Tuan Tigabelas, lagu ini tidak akan sampai menjadi seperti sekarang. Sebuah takdir dan jodoh yang sangat magis. Karena sibuknya jadwal Tuan Tigabelas dan juga jarak yang lumayan epik (Bekasi – Jakarta Barat), projek ini dilakukan secara daring. Peraukertas dan Tuan Tigabelas berharap lagu ini bisa berlayar jauh sejauh-jauhnya dan berlabuh di banyak tempat serta memberikan inspirasi bagi orang yang mendengarnya. Memberikan aura positif, semangat, percaya diri dan rasa pantang menyerah walau keadaan dan situasi yang sedang selalu sangat absurd dari era ke era. Adaptasi Atau Mati, beradaptasi atau kita yang tertinggal, berevolusi atau kita yang diam di tempat. Beradaptasi dengan hal-hal dan praktek yang positif.

Adaptasi Atau Mati adalah lagu pertama Peraukertas setelah akhirnya memutuskan hengkang dari labelnya terdahulu. Kini Peraukertas berjalan sendiri dan dengan labelnya sendiri yang bernama “Sweetspot Records Indonesia”, label yang dulu merilis EP dan juga beberapa single Peraukertas terdahulu. Keadaan ini tidak membuat langkah Peraukertas tersendat, justru membuat anak-anak Peraukertas semakin membara untuk bisa berlayar, melaju dan berlabuh sejauh-jauhnya serta konsisten merilis karya kembali di keadaan dan era yang serba absurd ini.

“Berhenti di sini bukan opsi, atau pula negosiasi, hanya ada satu pilihan. Adaptasi Atau Mati”.

admin

🙏

%d blogger menyukai ini: