Rilis Ulang 3 Album Lama Dalam Format Digital, ROTOR Siap Bangkit Dari Kubur

Bagi para metalhead tanah air, nama ROTOR pasti punya arti tersendiri. Walaupun tidak mengenal secara dekat dan tidak pernah menyaksikan langsung penampilan ROTOR di atas panggung, para Metalhead milenial pasti banyak yang tahu lagu – lagu dan riwayat perjalanan karir band metal paling berpengaruh di era 90-an ini, sementara itu bagi teman – teman metalhead yang lawas bisa dipastikan pasti merindukan sepak terjang group metal yang pernah membuka konser Metallica di Lebak Bulus pada tahun 1993 silam.

ROTOR resmi berdiri tahun 1991, di nahkodai oleh Irfan Sembiring (gitar, vokal) ROTOR berhasil meraih prestasi menjadi band opening group cadas dunia Metallica selama dua hari berturut – turut di Lebak Bulus, Jakarta dan telah merilis 4 album selama perjalanan karirnya yang membuat ROTOR menjadi nama besar group band skena metal di Indonesia dan bahkan sudah sangat pantas bila ROTOR juga disebut sebagai band metal legendaris Indonesia.

Setelah merilis 4 album yaitu “Behind The 8th Ball (1992), Eleven Keys (1995), New Blood (1996) dan Menang (1997)”, ROTOR praktis vakum dan tidak lagi eksis di industri musik nasional, kematian beberapa personilnya plus hijarahnya sang motor ROTOR, Irfan Sembiring memperdalam ilmu agama Islam sejak akhir 90-an hingga sekarang.

Selama hijrah, Irfan ternyata masih mengikuti perkembangan musik – musik cadas Indonesia dan juga dunia, walaupun kehidupan pribadinya di penuhi dengan kegiatan – kegiatan keagamaan, Irfan tetap mengetahui info – infi band metal lokal seperti Deadsquad dan Burgerkill melalui sosial media seperti Facebook.

“Group band metal sekarang punya kualitas yang bagus, gw sangat apresiasi kalo mendengarkan karya – karya musik mereka di media sosial, karya musik dan lagu band sekarang itu terdengar seperti band bule kalo gw simak. Kalo tahun 90-an dulu band – band metal di Indonesia khan masih berasa melayu banget”, terang Irfan saat hearing dan interview eksklusif bersama media di kantor Warner Music Indonesia 15/3/19.

“Tapi kalau bicara tentang event konser musik metal itu lebih seru tahun – tahun 90-an dahulu di banding sekarang, kalau dulu setiap event konser musik keras itu smenampilkan banyak musik keras dari berbagai skena seperti rock, metal, thrash, punk dan lain-lain, bahkan di tengah – tengah acara suka ada penampilan dancer – dancer seksi…hahaha…kalau sekarang khan acara event metal pengisi acaranya ya metal terus dari awal sampai akhir, jadi boring aja”, tambah Irfan lagi.

Berkaitan dengan album – album ROTOR yang menururt Irvan banyak di temukan di lapak – lapak bajakan saat ini dan keinginan Irfan untuk menyebarluaskan karya – karya terbaik ROTOR secara mendunia, Irfan bersama Warner Music Indonesia baru – baru ini mencapai kesepakatan untuk merilis kembali (Re-master) 3 album ROTOR dalam format digital yaitu “Eleven Keys (1995), New Blood (1996) dan Menang (1997)” serta sebuah video lirik dari lagu ROTOR berjudul “Diplomasi Gila” yang akan dirilis resmi di kanak youtube Warner Music Indonesia pada Senin, 18 Maret 2019 lusa.

Format digital dari ketiga album ROTOR tersebut sudah bisa di dengarkan dan di download di Spotify, Joox, iTunes dan lain – lain sejak tanggal 15 Maret 2019 kemarin. Ditanya mengenai kenapa album pertama “Behind The 8th Ball” tidak ikut dirilis, Irfan yang pernah merilis eBook tentang “Sejarah Underground Indonesia” ini punya jawaban,

“Album Behind The 8th Ball waktu itu di produksi oleh mas Setiawan Djodi dengan bendera Airo Recordsnya dan sampai detik ini gw dan Warner Music masih kesulitan untuk menemui mas Djodi”, tapi gw yakin kalau suatu saat kita ketemu mas Djodi pasti beliau bakal mempersilahkan kita merilis ulang album itu dalam format digital”, jelas Irvan.

Sampai saat ini ROTOR masih merupakan group band yang mempunyai magnet paling tinggi dan sangat ditunggu penampilan kembalinya oleh para metalhead lintas generasi. Irfan Sembiring yang sudah hijrah tidak menampik bahwa ada kemungkinan ROTOR muncul kembali keatas panggung, namun para metalhead harus bersabar karena Irfan punya syarat khusus untuk itu,

“Gw dan ROTOR akan tampil kembali keatas panggung musik metal Indonesia apabila ada promotor atau penyelenggara yang bisa memanggil band SLAYER untuk manggung di Indonesia…hahaha…Gw Siap comeback apabila SLAYER manggung disini dan ROTOR jadi band pembukanya”, canda Irfan kepada awak media.

“Kenapa SLAYER ? karena SLAYER lah satu – satunya band di muka bumi ini yang telah merasuki pa`ra personil ROTOR untuk eksis dan berkarya di industri musik Indoneia dahulu”, tambah Irfan.

admin

🙏

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: