Twalen Warong, cafe Bernuansa Bali di Mbloc dan Ada Arakbica

Bali memang jadi salah satu provinsi di Indonesia yang punya daya tarik wisata bagi siapapun. Berkat alam dan juga tradisinya, Pulau Dewata memang memikat masyarakat untuk mengunjungi daerah tersebut.

Hal ini yang setidaknya coba dihadirkan pria asal Bali bernama Komang Wena Wahyudi dalam bentuk kafe yang diberi nama Twalen Warong di M Bloc Space, Jakarta Selatan.

Selain menyuguhkan nuansa Bali dalam cafenya, twalen warong menyuguhkan seluruh masakan khas Pulau Dewata macam bebek betutu hingga minuman khas Bali yakni arak.

Ada makanan dan minuman Bali dengan mempekerjakan seorang koki yang profesional dalam menyajikan makanan, termasuk mengolah bahan makanan lokal, seperti kecombrang, jantung pisang, dan anak batang pisang.

Sementara, minuman yang ditonjolkan saat ini adalah Arakbica. Minuman itu merupakan campuran arak dengan kopi yang diolah secara profesional.

Peluang ini bisa menggairahkan kembali potensi wisata di Bali, karena untuk proses pengerjaan kuliner yang kita produksi seluruhnya dikontrol ketat dan diproses di sebuah pabrik rumahan di daerah Jalan Panji, Badung, Bali.

Arakbica merupakan minuman campuran arak khas Bali dengan kopi jenis arabika, yang diolah sedemikian rupa.

Meski berskala UMKM, pabrik Arakbica memiliki izin usaha, sertifikat BPOM, bea cukai dan telah mendapatkan The International Organization for Standardization (ISO) 9001:2015 dan 14001:2015.

Beberapa menu andalan di Twalen Warong di antaranya satel lilit, nasi campur khas Bali, ayam betutu goreng, nascum ireng, dan menu lezat lainnya.

Arakbica merupakan kerja kolektif antara pengrajin arak, art mixology, desainer, DKV, penulis, kreator (Founder Twalen, Wena Wahyudi), dan M Bloc Group melalui PT Ruang Rasa Kuliner.

Arakbica diproduksi dengan bahan baku yang diambil langsung dari petani arak di Karangasem dan petani kopi Kintamani, Bangli, Bali.

Proses dimulai dari penyadapan nira, proses fermentasi, dua kali distilasi sampai dengan pembuatan cold brew coffee.

Seluruhnya dikontrol ketat dan diproses di sebuah pabrik rumahan di daerah Jalan Panji, Badung, Bali.